Translate

Sabtu, 19 Agustus 2017

Dilatasi Waktu dalam Al-Qur’an


Dilatasi Waktu.
Apa sih dilatasi waktu itu?
Ringkasnya, dilatasi waktu itu merupakan perbedaan waktu akibat gerak relative.
Saya disini nggak akan menjelaskan lebih rinci mengenai dilatasi waktu. Silakan browsing di ‘google’ mah banyak sekali penjelasannya. (Bukan apa-apa, dengan maksud agar browser kalian berguna untuk browsing ilmu pengetahuan *aslinya mah mager* hehehe ๐Ÿ™‚ )
Menurut Einstein, dilatasi waktu ini merupakan peristiwa relativitas waktu. Yang berlaku rumus sebagai berikut, tapi sebelumnya coba deh buka dulu Qur’an surah ke 70. (jangan mager)๐Ÿ™‚
Sudah ketemu?
Surah apa?
Sekarang baca ayat 4 dan artinya. Berulang- ulang….. Pahami maknanya.
Allah swt. berfirman, yang artinya :
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan, dalam sehari setara dengan lima puluh ribu tahun” (Q.S. Al-Ma’arij : 4)
Maha benar Allah atas segala firmanNya…
Jika kita selami maknanya, akan didapati seperti ini. Bahwa, malaikat Jibril menghadap Allah swt. dalam waktu sehari. Yang apabila dilakukan oleh manusia (bagi manusia) memakan waktu lima puluh ribu tahun.
Ini bisa dibuktikan dengan teori relativitas Einstein, ุฅู†ุดุงุกุงู„ู„ّٰู‡…
Mari kita tela’ah bersama. Waktu sebenarnya yang diperlukan para malaikat dan malaikat Jibril sesungguhnya adalah satu hari. Yang jika kita kaitkan dengan rumus di atas, waktu satu hari ini adalah sebagai (t). Dan lima puluh ribu tahun disini adalah sebagai waktu yang dirasakan oleh manusia di bumi (t’). Jadi, kerangka diam disini adalah bumi. Dan yang menjadi kerangka bergerak adalah para malaikat dan malaikat Jibril
Keterangan:
t’ = selang waktu yang diamati pada kerangka diam (diukur dari kerangka bergerak)
t = selang waktu pada kerangka bergerak (diukur dari kerangka diam)
v= kecepatan pengamat
c= kecepatan cahaya = 3 x 108  m/s
Yang akan kita cari disini adalah pembuktian apakah benar bahwa malaikat itu terbuat dari nur (cahaya) juga membuktikan kebenaran ayat ini. Karena, segala firman Allah swt. adalah benar adanya.
Image1367A
Mari kita masukkan nilai dan menyetarakan satuan-satuan dari besaran yang ada.
Diketahui :
t           = 1 hari = 24 jam x 60 menit x 60 sekon
= 86400 sekon
t’          = 50.000 tahun
= 50.000 tahun x 365 hari x 24 jam x 60 menit x 60 sekon
= 1576800000000 sekon
= 1,5768 x 1012 sekon
Lalu, nilai-nilai tersebut dimasukkan dalam rumus relativitas waktu berikut menjadi:
dc
decdfgwdefccwcdkwdhqnwdwqxqwxdxxaqaqaadsc
Jadi, jelaslah disini bahwa kecepatan para malaikat dan malaikat Jibril itu sama dengan kecepatan cahaya yang besarnya 3 x 108m/s. Kan, memang para malaikat itu diciptakan dari nur (cahaya).
Karena telah jelas termaktub dalam hadist Nabi SAW,
“Malaikat itu diciptakan dari cahaya sedangkan jin dari nyala api dan Adam as. diciptakan dari apa yang telah diterangkan pada kamu semua (dari tanah.” (HR. Muslim dan Aisyah ra.)
Semua perhitungan yang telah kita bahas disini membuktikan kebenaran hadist Nabi SAW tersebut, juga menunjukkan kebenaran dari ayat ini. Allahu a’lam …
Oh ya, karena manusia tempatnya salah lupa dan dosa, begitupun saya. Jadi, CMIIW…Correct Me If I’m Wrong, sahabat! ๐Ÿ™‚
Semoga bermanfaat. ุจุงุฑูƒ ุงู„ู„ู‡ ููŠูƒ…
Salaam.
| -MIT- |
๐ŸŒป Manahil Islamic Track ๐ŸŒป

Tidak ada komentar:

Posting Komentar